Archive for Maret 11th, 2008
Melirik Dinamika Evolusi Teknologi Korea Selatan
Korsel nyata-nyata telah berhasil memerdekaan dirinya dari belenggu kemiskinan ilmu pengetahuan dan ketidakmampuan teknologi. Tak diragukan, Korsel telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan dalam waktu sekitar 30 tahun telah beralih menjadi negara industri. Suatu proses yang lumayan singkat ditandai sejak dicanangkannya Rencana Pembangunan Ekonomi Lima Tahun pada tahun 1962 yang perlahan namun pasti meningkatkan nilai ekspor dan GNP.
Karakteristik inovasi iptek Korea Selatan
Mengingat kaitan langsung antara industrialisasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), maka boleh dikatakan perkembangan industri di suatu negara merupakan cerminan dari perkembangan inovasi iptek. Sedangkan Korsel justru memiliki karakteristik terbalik yaitu perkembangan inovasi merupakan cerminan dari perkembangan industri. Dengan demikian bisa dikatakan industri Korsel tumbuh lebih dahulu kemudian menyediakan acuan bagi arah perkembangan inovasi teknologi. Kecenderungan ini mungkin agak serupa dengan Jepang maupun Taiwan yang melakukan lompatan industri kemudian mencoba mengurai ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi pijakan industri tersebut.
Perlu ditekankan pula model pengambilalihan atau akuisisi teknologi demi industrialisasi dimulai dengan kebijakan alih teknologi dari luar. Korsel memiliki dua tujuan dalam program ini yaitu, memulai proses alih teknologi dari luar dan meningkatkan kapasitas daya serap domestik dalam hal mencerna, memodifikasi dan mengembangkan teknologi asing. Pada saat itu Korsel hampir secara keseluruhan bergantung pada teknologi dari luar.
Perlu dicatat dalam hal ini adalah pola kebijakan penggunaan lisensi asing (foreign licensing) dalam menjalankan praktek akuisisi teknologi asing, berbeda dengan cara beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang menerapkan kebijakan investasi asing langsung (foreign direct investment). Tentu saja penggunaan foreign licensing bukanlah yang dominan karena pada saat awal Korsel tegak kembali, dia tidak cukup memiliki uang untuk membeli lisensi asing. Disamping itu, Korsel mendapat keuntungan berupa pembelajaran teknologi, penataan produksi maupun pembuatan barang-barang orisinil yang diperoleh dari pembelian lisensi asing untuk industri ringan pengganti barang-barang impor.
Karakteristik yang juga unik adalah tumbuh dan berkembangnya berbagai lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi nasional yang menjadi inkubator atau lembah silicon ala Korsel. (lagi…)
Add comment Maret 11, 2008
Yi So-yeon, astronot pertama Korsel
BBC INDONESIA.com
10 Maret, 2008 – Published 15:27 GMT
Wanita bernama Yi So-yeon yang berusia 29 tahun akan dikirim ke stasiun luar angkasa bulan depan dalam misi pesawat luar angkasa Rusia, Soyuz. Para pejabat Korea Selatan mengecilkan pelanggaran ini, yang antara lain berupa memindahkan buku oanduan keluar lokasi pelatihan. Ko San juga pernah mengirim buku panduan pelatihan ke Korea Selatan, sesuatu yang ia katakan tidak disengaja.
Pada kesempatan lain dia menerima satu buku dari rekan sejawatnya dari Rusia yang seharusnya tidak boleh dia baca, kata Lee Sang-mok dari kementerian pendidikan, sains dan teknologi Korea Selatan.
Nasib Ko San
”Pihak Rusia menekankan pentingnya menaati peraturan karena kesalahan, betapapun kecilnya bisa berakibat fatal di ruang angkasa,” kata Lee. Ko San mengalahkan 36 ribu calon yang berharap menjadi orang Korea Selatan pertama di ruang angkasa. Dengan dana 20 juta dolar, pria berusia 31 tahun itu dikirim ke Badan Ruang Angkasa Federal Rusia untuk mengikuti latihan bagi misi roket Soyuz ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional awal April ini.
Namun setelah insiden yang disebut sebagai pelanggaran protokol, maka orang Korea Selatan pertama di ruang angkasa adalah perempuan. Ko akan diganti dengan cadangannya, Yi So Yeon. Pemerintah Korea Selatan menegaskan Ko akan tetap masuk dalam program pelatihan ruang Angkasa Rusia, walau kini dia menjadi astronot cadangan. Korea Selatan memiliki program ruang angkasa yang ambisius dengan mengembangkan peluncuran roket sendiri untuk mengirim satelit ke orbit rendah akhir tahun ini.
Add comment Maret 11, 2008
Ekonomi Korea Selatan
Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.
Selama kurun waktu 1980-an, Korea Selatan mengadopsi sistem kedekatan antara sektor pemerintahan dan bisnis yang termasuk juga kredit yang terarah, pembatasan impor, dan pensponsoran industri-industri khusus. Pemerintah Korea Selatan mendorong impor bahan-bahan baku mentah dan teknologi dengan mengorbankan barang konsumtif serta mendorong masyarakat untuk menabung dan melakukan investasi. (lagi…)
Add comment Maret 11, 2008