Korsel Protes Jepang Soal Sengketa Pulau
Mei 20, 2008
yulikorsel
Senin, 19 Mei 2008 23:43
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Senin (19/5), memanggil duta besar Jepang untuk memprotes apa yang mereka pandang sebagai kampanye Jepang yang paling baru mengklaim kepulauan-kepulauan yang disengketakan, kata para pejabat.
Yu Myung-Hwan, dalam kesempatan itu menyampaikan `suatu protes keras` melalui duta besar, kata seorang juru bicara kementerian luar negeri kepada AFP.
Kejadian ini menindaklanjuti laporan-laporan media di sini dan di Tokyo bahwa kementerian pendidikan Jepang akan menyebutkan kepulauan-kepulauan itu sebagai wilayah kedaulatannya di dalam buku pegangan kurikulum yang direvisi.
Kurikulum tersebut direvisi sekitar setiap 10 tahun sekali, dan perubahan terakhir akan diselesaikan seluruhnya pada Juli, untuk digunakan mulai April 2012, kata surat-surat kabar itu.
Dua kepulauan kecil di Laut Jepang (Laut Timur) – dikenal sebagai Takeshima oleh orang Jepang dan Dokdo oleh orang Korea – telah sejak lama menjadi kendala dalam hubungan antara Korea Selatan dan bekas kolonial Jepang itu.
Pos-pos satuan kecil kepolisian maritim Korea Selatan ditempatkan di pulau-pulau tersebut, tetapi Jepang telah sejak lama mengklaim wilayah itu sebagai kedaulatannya.
Pada Februari lalu kementerian luar negeri di Tokyo memperbarui lagi klaimnya di dalam dokumen yang disiarkan di laman webnya.
Sengketa terakhir ini merupakan suatu kemunduran dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh Presiden Korea Selatan yang baru, Lee Myung-Bak, untuk membangun hubungan-hubungan yang bersih dari kenangan pahit masa lalu.
Dalam suatu perintah penting Lee mengatakan kepada kementerian luar negeri `untuk meminta dengan keras Jepang meralat` tindakan-tindakannya itu jika laporan-laporan media itu benar, kata juru bicaranya.
Presiden, yang mengambil-alih kekuasaan Februari lalu itu, bertekad akan membalik lembaran baru dalam hubungan-hubungan kedua negara ketika dia berkunjung ke Tokyo pada April lalu, untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi.
Jepang mengambil alih kendali kepulauan-kepulauan tersebut pada 1905 setelah mereka berperang dengan Rusia, dan kemudian menjajah semenanjung Korea dari 1910 sampai 1945. Seoul mengatakan, pihaknya menyebut pertama kali kepulauan itu sebagai wilayah Korea sejak abad keenam.
Total wilayah kedua kepulauan yang tanpa ditumbuhi pepohonan itu adalah 18,7 hektar.
Entry Filed under: Weekly News
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed