Jawaban UAS ICT

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER

TAHUN AKADEMIK 2007/2008

MATA KULIAH

:

INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (CYBER IR)

SEMESTER / JURUSAN

:

VIII / HI

KELAS / PROGRAM

:

4HI-1 DAN 4 HI-2

HARI / TANGGAL

:

KAMIS / 3 JULI 2008

DOSEN

:

H. BUDI MULYANA, S.IP

1. Resume Bagan

Kelompok Kawasan : Asia Timur

Nama Negara : Korea Selatan

Kapabilitas Politik Negara

Paham yang dianut

Uraian

Rincian

Uraian Rincian

Keterangan

Ideologi

Demokrasi

1)Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik,2)anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, beragama dan kebebasan pers,3)pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas,4)Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri.

Beberapa faktor terjadinya demokratisasi di Korsel : berhasilnya sosialisasi demokrasi di kalangan masyarakat; bertumbuhnya klas menengah yg orientasinya pd demokrasi; semakin mahalnya ongkos represi di tengah tuntutan akan demokrasi; munculnya kemauan politik rakyat untuk diakui dan diterima oleh komunitas dunia sebagai negara demokratis, status yang semakin penting bagi kelanjutan pertumbuhan ekonomi, dan adanya pengaruh dan tekanan eksternal terutama dari Amerika Serikat agar pemerintahan demokratis ditumbuhkan

Ekonomi dan Teknologi

Liberal

Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi.

Tiga tren utama yang diidentifikasikan akan memberikan efek positif kepada pertumbuhan industri Korea Selatan adalah:

1. Pendewasaan teknologi digital dan jaringan

2. Integrasi teknologi inter-disipliner

3. Kerjasama ekonomi antara Korea Selatan dan Korea Utara, yang pada tahun 2006 mencapai 1 milyar dollar AS

Contoh teknologi: teknologi nano, berupa kapsul, yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh manusia, untuk menyelidiki dan mengobati penyakit, khususnya kanker.

Demografi

Jumlah penduduk: 49,1 juta jiwa

Negara: Republik Korea (Korea Selatan)

Bahasa resmi: Korea
Nama resmi: Daehanminguk
Ibu kota: Seoul

Penduduk Korea adalah suatu masyarakat yang berasal dari satu etnik yang sama.

berasal dari etnik Tungusik yang merupakan keturunan dari orang Mongol yang bermigrasi ke Peninsula Korea dari Asia Tengah pada zaman dahulu.

Islam : 150.000

Buddha : 11,7 juta (24,6%)

Kristen : 9,3juta (19,3 %)

Mayoritas konfisius

Militer

Kekuatan total militer yang aktif adalah 687.700

Peluru kendali dgn jarak tempuh 500km dari prmukaan ke prmkaan (SSM)

AD : 560 ribu

AL : 63 ribu

AU : 64.700

Namun ada kekuatan total cadangan sekitar 4.5 juta

Kapal selam tenaga diesel(SSKs) Chang Boo: 9 buah, kapal perusak Okapi, 120 pesawat terbang

tank tipe 88,senjata bergerak otomatis baru tipe K-9 155mm, system peluncuran roket yang multiple (MLRS), termasuk sistem peluru kendali taktis AD (ATACMS), tiga satelit komersial, yaitu Mugunghwa 1, 2 dan 3

Kira-kira 37 ribu tentara Amerika juga berpangkalan di negara ini.

Geografi

LuasKorsel: 99.274km²,

Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yg meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Disebelah utara, berbataskan Korea Utara, dimana keduanya bersatu sbgai sebuah negara hingga 1948. Jepang berada di seberang Laut Jepang dan Selat Korea berada di bagian tenggara.

Keadaan topografinya sebagian besar bergunung-gunung dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon,Yeosu,Gimhae, dan Busan.

Diplomasi

Kunjungan resmi ke luar negeri untuk mendukung usaha Korea Selatan, yang selalu giat berusaha untuk mencari sumber energi di luar negeri.

· Kunjungan ke Afrika, Mesir, Nigeria dan Aljajair

· Mongolia, Azerbaijan, Persatuan Emirat Arab

· Yunani, Rumania, dan Filandia

· Indonesia, Australia dan Selandia Baru

· Berhasil menyepakati eksplorasi bersama sumur minyak lepas pantai Nigeria dalam rangka menstabilkan pemasokan minyak mentah untuk Korsel

· Meningkatkan hubungan kerjasama energi

· Mempererat hubungan kerjasama antara Korea Selatan dengan Eropa

· Pertemuan puncak dengan presiden Indonesia, SBY, kedua pemimpin negara sepakat meningkatkan hubungan kerjasama bidang energi, kehutanan, dan teknologi informasi sebagai mitra runding strategis.

Sejarah Interaksi Intrnsional

Perjalanan sejarah yang panjang melalui interaksi dengan bangsa-bangsa Mongolia, China, Manchuria, Jepang dan Eropa, akulturasi dengan nilai-nilai Budha, Konhucu, dan Barat. Kondisi alam dan lingkungan telah membentuk karakter dan kepribadian bangsa Korea yang positif: kepatuhan, disiplin, kerja keras, ketekunan, serta semangat juang untuk menjadi bangsa maju. Dynamic Korea!adalah visi pokok yang melandasi arah perjalanan Negara Republik Korea dengan etos kerja penuh kreativitas dan inovasi.

Penguasaan ilmu pngetahuan dan teknologi serta kemampuan manajemen bisnis menjadi andalan negeri ginseng tersebut. Industri teknologi informasi Korsel brkembang begitu pesat dan mendapat pengakuan masyarakat intrnasional dan mulai berinteraksi dengan Negara-negara lain.

Kterlibatan dalam Perang

Diantaranya adalah Perang Korea

Perang Korea dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953 ini adalah sebuah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Perang ini juga disebut “perang yang dimandatkan” antara Amerika Serikat dan sekutu PBB-nya dan komunis Republik Rakyat Tiongkok dan Uni Soviet (juga anggota PBB). Perang ini dapat dikatakan sebagai perang saudara, meskipun banyak pihak yang terlibat secara tidak langsung didalamnya. Korea Utara, yang berbasis komunis, berusaha untuk menyatukan semenanjung Korea ke dalam satu pemerintahan tunggal, yang telah terpisah semenjak tahun 1948. Korea Utara didukung oleh Uni Sovyet, sementara Korea Selatan didukung oleh AS dan sekutunya (Kanada, Australia, dan Britania Raya), meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB. Perang ini berakhir pada 27 Juli 1953 saat Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selatan, Seungman Rhee, menolak menandatanganinya namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut. Namun demikian, ketegangan di semenanjung Korea masih terus membekas. Kerugian besar diderita kedua belah pihak ketika perang dihentikan, 27 Juli 1953. Amerika kehilangan 36.914 tentaranya, sementara Korsel 415.005. Korut menurut Departemen Pertahanan AS, kehilangan 2 juta serdadunya jumlah yang sangat besar untuk perang tiga tahun.

Kterlibatan dalam perjanjian Intrnsional

Antarctic-Environmental Protocol, Antarctic-Marine Living Resources, Antarctic Treaty, Biodiversity, Climate Change, Climate Change-Kyoto Protocol, Desertification, Endangered Species, Environmental Modification, Hazardous Wastes, Law of the Sea, Marine Dumping, Ozone Layer Protection, Ship Pollution, Tropical Timber 83, Tropical Timber 94, Wetlands, Whaling signed, but not ratified: none of the selected agreements. Perjanjian2 internasional tersebut sebagian besar adalah dalam bidang lingkungan.

2. Weekly News

a. Kondisi yang terjadi di Korea selatan berdasarkan Weekly News

Korea Selatan mengalami berbagai kemajuan. Dalam bidang ekonomi berbagai sektor dalam industri mereka mencuat sebagai akibat agresitivitas dalam menyerap teknologi. Hal ini mereka lakukan dengan bermitra dengan berbagai perusahaan luar negeri. Di sektor otomotif, Hyundai, KIA, dan lainnya. Dibandingkan dengan Jepang, berbagai produk otomotif dan elektronika yang menjadi andalan Korsel, harga ekspor maupun yang dirakit di negara tujuan investasi sekitar 20% lebih murah, sekalipun dalam mutu teknologinya masih satu kelas di bawah Jepang.

Setelah pemilihan umum (pemilu) beberapa waktu lalu di Korea Selatan (Korsel) memunculkan tokoh baru, yakni Lee Myung-bak, Ketua Grand National Party yang menang dalam pemilu di negara itu. Banyak kebijakan-kebijakan barunya diantaranya untuk mencapai perjanjian perdagangan bebas, FTA dengan RRC dan Jepang secara terbatas. Kepala negara Korea Selatan ini menekankan, arti hubungan kerjasama 3 negara di wilayah Asia Timur Laut, Korea Selatan, RRC dan Jepang yang dapat menguasai jangkauan pasar internasional, berlandaskan FTA dan daya saing masing-masing. Menyinggung hubungan antar Korea, ia mengutamakan masalah kemanusiaan, termasuk kasus penculikan orang sipil termasuk warga Negara Jepang oleh Korea Utara pada masa silam.

Dalam bidang militer Korea Selatan sedang mempertimbangkan beberapa cara untuk berpartisipasi dalam sistem pertahanan rudal balistik yang dipimpin AS. Bentuk partisipasi tersebut termasuk Seoul akan menyediakan tempat peluncuran rudal, pembagian biaya penempatan sistem pertahanan rudal dalam di Korea Selatan, dan pembelian rudal canggih yang bisa dioperasikan dengan sistem BMD. Selain itu, dalam bidang teknologi diantaranya dengan mulai menerbitkan paspor elektronik yang mencantumkan informasi pribadi yang diberlakukan sejak tanggal 31 maret.

Dalam bidang diplomasi rata-rata untuk mendapatkan sumber energi di luar negeri. Interaksi internasional pun berjalan dengan baik yang ditandai dengan banyaknya kerjasama-kerjasama dan perjanjian innternasional yang diikuti, walaupun dulu pernah terlibat dalam perang, diantaranya Perang Korea. Namun samapai sekarang Korsel tetap menampakkan kemajuan.

b. Kaitan antara kondisi di atas dengan kapabilitas negara Korsel dan alasan mengapa kondisi itu terjadi

Perekonomian yang maju dan teknologi yang semakin canggih salah satunya disebabkan oleh gaya manajemen perusahaan Korsel, baik yang berskala besar konglomerat “chaebol” maupun yang menengah dan kecil senantiasa mencerminkan nilai dan filosofi dasar yang mereka anut. Secara keseluruhan perusahaan memberi tekanan pada harmoni antar-manusia, rasa menyatu, kerjasama, pengabdian, sikap rajin kerja, orisinalitas dan kreativitas dan mengejar pembangunan pribadi. Selain itu, dalam ideologi dan sasaran bisnis, kejujuran, kredibilitas, efisiensi dan usaha meningkatkan mutu dan tanggung jawab menjadi acuan setiap karyawan mulai dari yang paling top sampai yang terendah.

Diplomasi-diplomasi yang dijalankan yang berjalan dengan lancar, membuat Korea Selatan dapat melakukan interaksi dengan Negara-negara lain guna mendapatkan atau mencapai kepentingan nasional. Keterlibatan-keterlibatan dalam perjanjian internasional pun semakin memperkuat kedudukan Korsel di mata internasional. Perang Korea yang pernah dialami Korsel dulu, tidak membuat hubungan dengan Korea Utara buruk, walupun memang tidak dipungkiri adanya kerikil-kerikil yang bisa memicu hubungan yang buruk terjadi.

Sekalipun tampak perbedaan dalam budaya dan asal usul dengan Jepang, tapi terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam arti kelangkaan Sumber Daya Alam (SDA), wilayah yang sempit, namun penduduk yang memiliki motivasi untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan dan keterampilan (skill). Dalam bidang manajemen teknologi, bahkan pernah terungkap semacam slogan “Kerjakan apa yang pernah dilakukan oleh Jepang, tapi lakukan dengan biaya lebih murah dan lebih cepat”. Antara harapan dan kenyataan senantiasa terdapat kesenjangan dan hal ini yang senantiasa dihadapi setiap bangsa termasuk Korea Selatan. Kegagalan berarti mulai lagi dengan semangat baru.

3. Kapasitas Korea Selatan dibandingkan dengan Negara-negara kawasannya.

Dari segi perekonomian, Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.Perekonomian Korea Selatan ditandai lewat tingkat Inflasi yang moderat, tingkat pengangguran yang rendah, surplus dari ekspor, dan pendistribusian pendapatan yang merata. Semua ini menandakan solidnya perekonomian Korea.

Dalam bidang teknologi, Korsel memiliki karakteristik yaitu perkembangan inovasi merupakan cerminan dari perkembangan industri. Dengan demikian bisa dikatakan industri Korsel tumbuh lebih dahulu kemudian menyediakan acuan bagi arah perkembangan inovasi teknologi. Faktor-faktor mempengaruhi perkembangan inovasi iptek Korsel adalah penerapan secara sinergis strategi pemerintah dan kaum industriawan untuk senantiasa mencari sumber-daya, pasar maupun teknologi di luar Korsel (outward looking), kebijakan pembangunan dengan target industrialisasi, kebijakan dengan orientasi industri besar, tersedianya sumber daya manusia yang memadai, dan pembangunan infrastruktur iptek yang dimotori oleh pemerintah. Tak pelak kekuatan menonjol dari perkembangan inovasi Korsel adalah komitmen kuat pemerintah terhadap pengembangan iptek berbasis teknologi nasional ditunjukkan dengan membidani lahirnya puluhan pusat riset yang menjadi tenaga penggerak alias driving force bagi dinamika evolusi perkembangan iptek Korsel.

Kekuatan militer Korea Selatan juga tak sebanding negara-negara besar lainnya, namun kepemilikan system peluncuran roket yang multiple (MLRS), termasuk sistem peluru kendali taktis AD (ATACMS). Korea Selatan juga hampir melengkapi kekuatan ekspansi Angkatan Lautnya dengan menugaskan delapan dari sembilan buah kapal selam tenaga diesel (SSKs) Chang Boo (buatan Jerman tipe 209) dan yang ketiga serta terakhir adalah kapal perusak Okapi. Selain itu jg peluncuran satelit komunikasi militer pertama, menjadi tambahan kekuatan bagi Korsel

Add a comment Juli 2, 2008

Langkah Menjadi Negara Adidaya

Analisis untuk menjadi Negara Adidaya

Potensi Korea Selatan Untuk Menjadi Negara Adidaya

  1. Segi Ekonomi

    Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.Perekonomian Korea Selatan ditandai lewat tingkat Inflasi yang moderat, tingkat pengangguran yang rendah, surplus dari ekspor, dan pendistribusian pendapatan yang merata. Semua ini menandakan solidnya perekonomian Korea Selatan. (lebih…)

Add a comment Juni 10, 2008

Kunjungan delegasi Korsel Ke AS

2008-06-09 17:21:09 Updated.

Baik partai pemerintah, Partai Nasional Raya, GNP, maupun pemerintah Korea Selatan, mengirim delegasi tingkat tinggi ke Amerika Serikat untuk menuntaskan masalah impor daging sapi Amerika Serikat oleh Korea Selatan. Menurut GNP, hari Senin, pihaknya telah mengirim delegasinya ke Washington, untuk menjelaskan penyesalan dan keragu-raguan masyarakat Korea Selatan terhadap proses impor daging sapi Amerika Serikat dan meminta pemblokiran ekspor daging sapi yang berumur 30 bulan lebih ke Korea Selatan Sementara itu, Istana Chung Wa Dae, juga mengirim delegasi ke Amerika Serikat untuk mewujudkan hasil pembicaraan telepon antara Presiden Lee Myung Bak dengan Presiden George W Bush baru-baru ini tentang proses pemblokiran ekspor daging sapi Ameirka Serikat yang berumur 30 bulan lebih ke Korea Selatan

Add a comment Juni 10, 2008

Keterlibatan Korsel(perjanjian Internasional)

Keterlibatan Korea Selatan dalam perjanjian internasional diantaranya Antarctic-Environmental Protocol, Antarctic-Marine Living Resources, Antarctic Treaty, Biodiversity, Climate Change, Climate Change-Kyoto Protocol, Desertification, Endangered Species, Environmental Modification, Hazardous Wastes, Law of the Sea, Marine Dumping, Ozone Layer Protection, Ship Pollution, Tropical Timber 83, Tropical Timber 94, Wetlands, Whaling signed, but not ratified: none of the selected agreements.

Add a comment Juni 10, 2008

Reaksi Keras Partai Oposisi

2008-06-02 17:51:37 Updated.

Partai-partai oposisi Korea Selatan menentang keras, rencana pengumuman reformasi kebijakan pemerintah Korea, karena hal itu tidak dapat mengendalikan suasana masyarakat Korea akhir-akhir ini, khususnya rasa tidak puas terhadap impor kembali daging sapi Amerika Serikat. (lebih…)

Add a comment Juni 3, 2008

Keterlibatan dlm Organisasi Internasional

Keterlibatan Korea Selatan dalam organisasi internasional diantaranya adalah APEC, FAO, ILO, IMF, WHO, WTO, WIPO, Interpol, UN, UNCTAD, UNESCO, UNHCR, ITU. Peran atau kedudukan Korea Selatan berbeda-beda dalam setiap organisasi internasional ini.Selain itu juga organisasi yang diikuti Korea Selatan adalah (lebih…)

Add a comment Juni 3, 2008

Analisis Potensi Konflik di kawasan

Sebenarnya ada beberapa negara yang berpotensi menjadi ancaman bagi Korea Selatan di kawasan Asia Timur seperti Jepang, China dan Korea Utara, namun yang paling berpotensi adalah Korea Utara.Ini dikarenakan sejak perang Korea yang belangsung pada tahun 1950-1953, Korea utara yang berbasis komunis melawan Korea Selatan yang berada di bawah Amerika Serikat. Meskipun pada akhirnya perang ini berakhir pada 27 Juli 1953 dengan persetujuan gencatan senjata yang ditandatangani Uni Soviet, Korea Utara dan Amerika Serikat, yang tidak ditandatangani Korsel. Walaupun jalan untuk memperbaiki hubungan, seperti dialog-dialog bahkan kerjasama ekonomi dilakukan, namun ketegangan di semenanjung Korea pun masih membekas. (lebih…)

Add a comment Mei 27, 2008

Bush desak pengesahan rancangan FTA

2008-05-24 12:13:17 Updated.

Presiden Amerika Serikat, George W Bush mendesak DPR untuk mengesahkan rancangan perjanjian FTA antara Amerika dan Korea Selatan secepat mungkin.
Presiden Bush menyatakan, meskipun berbagai kondisi politik masih menjadi gangguan, namun masih tetap ada kemungkinan yang cukup besar untuk mengesahkan perjanjian FTA dengan Korea Selatan. Lebih lanjut dikatakan, pemerintah Washington tetap memprioritaskan pengesahan FTA berdasarkan susunan yakni, Kolombia, menyusul Korea Selatan dan Panama.

Add a comment Mei 26, 2008

Perang Korea

Perang dingin ditandai dengan terjadinya Perang Korea. Setelah berakhirnya PD II, tentara Uni Soviet menyerbu Korea dari Utara dan memusnahkan sisa-sisa kekuatan tentara Jepang (12 Agustus 1945). Sementara itu, pada bulan september 1945 Amerika Serikat mendaratkan pasukannya di Korea bagian selatan. Dengan demikian di Korea terdapat dua daerah pendudukan, yaitu Korea Utara oleh Uni Soviet dan Korea Selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dengan garis Lintang 38 derajat sebagai garis pemisah. (lebih…)

Add a comment Mei 26, 2008

Korsel Protes Jepang Soal Sengketa Pulau

Senin, 19 Mei 2008 23:43

Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Senin (19/5), memanggil duta besar Jepang untuk memprotes apa yang mereka pandang sebagai kampanye Jepang yang paling baru mengklaim kepulauan-kepulauan yang disengketakan, kata para pejabat.

Yu Myung-Hwan, dalam kesempatan itu menyampaikan `suatu protes keras` melalui duta besar, kata seorang juru bicara kementerian luar negeri kepada AFP. (lebih…)

Add a comment Mei 20, 2008

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts