Kegiatan Diplomasi tingkat tinggi Korsel

Mei 13, 2008 yulikorsel

Selama tahun 2006, Presiden Roh Moo Hyun melakukan 5 kali kunjungan resmi ke luar negeri untuk mendukung usaha Korea Selatan, yang selalu giat berusaha untuk mencari sumber energi di luar negeri.
Dalam kunjungan ke 3 negara Afrika, Mesir, Nigeria dan Aljajair, mulai tanggal 7 sampai 14 Maret, Presiden Roh berhasil menyepakati eksplorasi bersama sumur minyak lepas pantai Nigeria dalam rangka menstabilkan pemasokan minyak mentah untuk Korea Selatan.
Mulai tanggal 7 sampai 14 Mei, Presiden Roh Moo Hyun melakukan kunjungan resmi ke Mongolia, Azerbaijan, Persatuan Emirat Arab, untuk meningkatkan hubungan kerjasama energi.
Sementara itu, kepala negara Korea Selatan Roh Moo Hyun melanjutkan lawatannya ke Yunani, Rumania, dan Filandia pada bulan September lalu, untuk mempererat hubungan kerjasama antara Korea Selatan dengan Eropa.
Setelah menghadiri konferensi tingkat tinggi ASEAN di kamboja, pada bulan Nopember lalu, Presiden Roh melakukan kunjungan resmi ke 3 negara, Indonesia, Australia dan Selandia Baru, mulai tanggal 3 sampai 10 Desember.
Dalam pertemuan puncak dengan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudohyono, kedua pemimpin negara sepakat untuk meningkatkan hubungan kerjasama bidang energi, kehutanan, dan teknologi informasi sebagai mitra runding strategis.

Presiden Baru Korsel Lakukan ‘Diplomasi Pragmatis’ Dengan Jepang

Presiden baru Korea Selatan Lee Myung-Bak yang konservatif tiba di Tokyo, Minggu, dalam pemberhentian kedua dari lawatan keluar negeri pertamanya dengan misi untuk membina hubungan dengan Jepang setelah satu dasawarsa pemerintah liberal di bawah pendahulunya.

Lee yang kelahiran-Jepang, yang berkuasa Februari, ke Jepang setelah pembicaraan dengan Presiden AS George W. Bush di Camp David dan akan membicarakan apa yang ia juluki sebagai “diplomasi pragmatis”.

Pendahulu Lee, Roh Moo-Hyun, berkunjung ke Jepang Desember 2004 tapi membatalkan lawatan lainnya setahun kemudian setelah perdana menteri Jepang waktu itu Junichiro Koizumi mengunjungi sebuah kuil di Tokyo yang menghormati 2,5 juta korban tewas perang, termasuk pesakitan penjahat perang dari Perang Dunia II.

Apa yang disebut sebagai “diplomasi ulang-alik” dari kunjungan timbal-balik oleh pemimpin Jepang dan Korea Selatan dimulai lagi Februari tahun ini ketika PM Yasuo Fukuda menghadiri upacara pelantikan Lee dan mengadakan pembicaraan dengannya di Seoul.

Lee dan Fukuda waktu itu mengadakan apa yang Tokyo katakan sebagai “pertemuan yang sangat hangat dan bersahabat”.

Pemimpin Korea Selatan itu ingin meredakan hubungan dengan Jepang, dengan hubungan yang tidak lagi terikat dengan ingatan pahit tentang pemerintahan kolonialnya 1910-1945 atas Korea.

Fukuda, seorang moderat konservatif yang berkuasa September, dan Lee dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan Senin, yang akan dipusatkan pada janji awal mereka untuk membina hubungan lebih dekat, beberapa pejabat Jepang mengatakan.

Mereka mungkin juga akan berjanji untuk bekerjasama dalam menangani masalah seperti ambisi senjata nuklir Korea Utara dan perubahan iklim, kata mereka. “Kami ingin membangun kemitraan yang matang,” kata seorang pejabat.

Sebelum lawatannya ke AS dan Jepang, Lee mengatakan: “Saya akan membuka era baru diplomasi pragmatis yang diusahakan oleh pemerintah baru dan kembali dengan hasil yang diharapkan”.

Bekas pemimpin perusahaan, 66, yang menjabat sebagai walikota Seoul pada 2002-2006 itu juga mengatakan dalam satu pernyataan bahwa ia akan “berusaha keras untuk memupuk hubungan persahabatan yang berorietasi-masa depan dengan Jepang”.

Lee, yang disertai oleh isterinya Kim Yoon-Ok, juga dijadwalkan akan bertemu dengan Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko dalam kunjungan dua hari di Jepang.

Ia akan makan siang dengan para eksekutif Federasi Perusahaan Jepang yang sangat berpengaruh dan tampil dalam talk show televisi dengan sekitar 100 orang Jepang sebelum terbang pulang Senin malam.

Lee dan Fukuda merencanakan untuk berusaha memecahkan kebuntuan dalam pembicaraan perdagangan-bebas bilateral yang ditangguhkan sejak November 2004 ketika Seoul berupaya untuk membuka pasar pertanian Jepang. Kedua negara dengan sengit melindungi petani mereka.

Menlu Korea Selatan dan Jepang telah setuju di Tokyo awal bulan ini untuk memulai cepat pembicaraan perdagangan-bebas itu.

Menlu Korea Selatan, Yu Myung-Hwan, mengatakan, “Mengenai perjanjian perdagangan bebas, saya mengharapkan bahwa hubungan ekonomi antara Korea Selatan dan Jepang akan meluas dalam bentuk equilibrium.”

Mengenai masalah Korea Utara, Lee dan Fukuda diperkirakan akan menyepakati bahwa Pyongyang harus membuat pernyataan “sepenuhnya dan akurat” mengenai program nuklirnya, beberapa pejabat mengatakan.

Menyimpang dari kebijakan hubungan “sinar matahari” di bawah Roh dan pendahulunya Kim Dae-Jung, Lee telah menjanjikan sikap lebih keras terhadap Pyongyang dengan mengaitkan bantuan pada Utara lebih dekat dengan pelepasan senjata nuklir.

Jepang telah mengambil sikap keras terhadap Korea Utara dalam pembicaraan enam-pihak mengenai pelucutan senjata nuklir Korea Utara, dengan hubungan yang terganggu sekali oleh penculikan warga Jepang oleh Pyongyang pada masa lalu dan percobaan rudal Korut.

Entry Filed under: Diplomasi Korsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: