Langkah Menjadi Negara Adidaya

Juni 10, 2008 yulikorsel

Analisis untuk menjadi Negara Adidaya

Potensi Korea Selatan Untuk Menjadi Negara Adidaya

  1. Segi Ekonomi

    Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang luar biasa. Ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.Perekonomian Korea Selatan ditandai lewat tingkat Inflasi yang moderat, tingkat pengangguran yang rendah, surplus dari ekspor, dan pendistribusian pendapatan yang merata. Semua ini menandakan solidnya perekonomian Korea Selatan.Kondisi perekonomian yang baik, sangat memiliki arti penting karena hal ini dicapai disaat melonjaknya harga minyak, terjadinya krisis pasar kredit perumahan di Amerika Serikat, menguatnya nilai tukar won dan berbagai faktor eksternal lainnya yang tidak menguntungkan. Sebagai hasilnya, produk domestik bruto Korea Selatan akan melampaui 20.000 dolar dalam tahun ini. Pertumbuhan pendapatan melampaui pertumbuhan ekonomi untuk pertama kali selama 5 tahun. Sejalan dengan membaiknya ekspor dan pulihnya konsumsi swasta, perekonomian Korea diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan. Indeks ini membuktikan bahwa perekonomian Korea memiliki fondasi yang kuat, namun kehati-hatian dan kebijaksanaan masih dibutuhkan karena ketidak menentuan kondisi perekonomian global.

  2. Segi Teknologi

    Perkembangan industri di suatu negara merupakan cerminan dari perkembangan inovasi iptek. Sedangkan Korsel justru memiliki karakteristik terbalik yaitu perkembangan inovasi merupakan cerminan dari perkembangan industri. Dengan demikian bisa dikatakan industri Korsel tumbuh lebih dahulu kemudian menyediakan acuan bagi arah perkembangan inovasi teknologi. Kecenderungan ini mungkin agak serupa dengan Jepang maupun Taiwan yang melakukan lompatan industri kemudian mencoba mengurai ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi pijakan industri tersebut. Faktor-faktor mempengaruhi perkembangan inovasi iptek Korsel adalah penerapan secara sinergis strategi pemerintah dan kaum industriawan untuk senantiasa mencari sumber-daya, pasar maupun teknologi di luar Korsel (outward looking), kebijakan pembangunan dengan target industrialisasi, kebijakan dengan orientasi industri besar, tersedianya sumber daya manusia yang memadai, dan pembangunan infrastruktur iptek yang dimotori oleh pemerintah. Tak pelak kekuatan menonjol dari perkembangan inovasi Korsel adalah komitmen kuat pemerintah terhadap pengembangan iptek berbasis teknologi nasional ditunjukkan dengan membidani lahirnya puluhan pusat riset yang menjadi tenaga penggerak alias driving force bagi dinamika evolusi perkembangan iptek Korsel.

  3. Segi Militer

    Walaupun kekuatan militer Korea Selatan tak sebanding negara-negara besar lainnya,namun kepemilikan system peluncuran roket yang multiple (MLRS), termasuk sistem peluru kendali taktis AD (ATACMS). Korea Selatan juga hampir melengkapi kekuatan ekspansi Angkatan Lautnya dengan menugaskan delapan dari sembilan buah kapal selam tenaga diesel (SSKs) Chang Boo (buatan Jerman tipe 209) dan yang ketiga serta terakhir adalah kapal perusak Okapi. Selain itu jg peluncuran satelit komunikasi militer pertama, menjadi tambahan kekuatan bagi Korsel.

Langkah-langkah untuk menjadi Negara Adidaya

Korsel dibawah Kim Dae Jung dikenal tanpa lelah bertekad, sekalipun ada oposisi yang wajar sebagai layaknya dalam demokrasi dan sistem nilai Korea “mendayung di atas gelombang globalisasi” (riding the wave of globalization). Sadar bahwa berada di atas gelombang globalisasi berarti bersama para raksasa, yaitu AS dan Eropa di barat dan di Timur bersama Jepang. Korsel sadar tidak mau terjebak dalam crisis complacency cycle atau siklus puas diri berhasil mengatasi krisis.Korsel memang pernah menerima resep Dana Moneter Internasional (IMF), namun Kim Dae Jung tidak membatasi diri pada resep IMF, tetapi justru melangkah yang lebih strategis dengan menangani krisis struktural dalam empat sektor:

1.Restrukturisasi sektor bisnis,
2.Restrukturisasi sektor finansial/keuangan,
3.Restrukturisasi pasar tenaga kerja,
4. Restrukturisasi sektor publik/pemerintahan.

Hal yang menarik adalah ketegasan Kim Dae Jung langsung menangani reformasi bisnis korporat dengan fokus pada chaebols dengan mendesakkan pengelolaan yang bertanggung jawab (corporate governance). Hasil dari ketegasan langkah itu adalah adanya chaebol yang gulung tikar atau dimergedengan lainnya. Obat langsung yang dikerjakan oleh Kim Dae Jung membawa hasil yang mengagumkan, sekalipun di sana sini ada kelemahan.

Kim Dae Jung diganti oleh Roh Moo Hyun akhir 2002, dan dasar-dasar reformasi maupun restrukturisasi yang diprakarsai Kim Dae Jung dilanjutkan oleh penerusnya.
Keberhasilan mereka terpulang pada elan vital masing-masing individu bangsa Korsel dan peran kepemimpinan yang memiliki tekad good governance yang bukan slogan. Hal itu terbukti dengan dihukumnya putra Presiden Kim yang melanggar hukum lantaran berkorupsi. Supremasi hukum tetap dijunjung.

Dengan paradigma baru dalam melangkah internasionalisasi bisnis, yaitu suatu perekonomian berdasarkan pengetahuan (knowledge base economy) dan gairah memberi substansi pada perekonomian kemakmuran (welfare state economy) merupakan strategic intent yang tidak kalah pentingnya.

Investasi dalam modal manusia (human capital) dan kembali menyesuaikan diri pada disiplin pasar, serta persaingan internasional/global. Perjalanan transformasi itu tidaklah mudah, tapi hambatan hambatan yang dialami bangsa Korsel sendiri dalam menyesuaikan diri pada kelembagaan dan standar-standar baru.

.

Entry Filed under: Menjadi Negara Adidaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: